Bassogog : Pemain Tim Nasional Kamerun Berusia Muda tapi Kuat Sebagai Satu Tim Mencapai Piala Dunia 2018 Rusia

Christian Bassogog mungkin bukan pemain termuda di tim nasional Kamerun. Penyerang klub sepakbola Henan Jianye yang berusia 21 tahun ini lebih tua beberapa bulan dari rekan setimnya Fabrice Ondoa dan Andre Onana. Namun, dia adalah pemain tercepat di seluruh tim “Indomitable Lions” – julukan tim nasional Kamerun.

Christian Bassogog mencetak gol yang tak terlupakan di semifinal Piala Afrika tahun ini saat melawan Ghana dengan memanfaatkan kecepatan luar biasanya untuk melewati semua pemain belakang dan menendang bola melewati kiper untuk memastikan kemenangan 2-0. Ini adalah prestasi yang telah berulang kali diperlihatkan oleh dirinya pada musim ini di Liga Super China dimana Bassogog telah mengumpulkan tujuh gol dan tiga assist dalam pertandingan debutnya.

“Saya tidak yakin seberapa cepat diri saya,” kata mantan pemain sayap Wilmington Hammerheads ini kepada pialadunia-2018.com. “Saya belum pernah menguji kecepatan dengan berlari sejauh 100 meter. Tapi saya tahu langkah kakiku adalah kekuatan terbesar yang kumiliki.”

Bassogog adalah pemain yang menonjol di sepanjang turnamen kontinental tahun ini membantu negaranya meraih gelar kelima mereka di Afrika dan mendapatkan penghargaan individual atas turnamen tersebut. Bassogog mengakui turnamen tersebut merupakan suatu proses belajar meskipun dirinya memperoleh penghargaan yang mengesankan.

“Itu adalah pengalaman hebat bagi saya,” kata Bassogog. “Itu adalah kompetisi besar pertama saya dengan tim nasional. Saya mencoba bermain bagus pada pertandingan pertama melawan Burkina Faso, tapi saya melewatkan kesempatan yang bagus. Saya senang bermain dengan bagus saat melawan Ghana dan membantu tim saya ke final. Hasilnya adalah kami menang. “

“Menang atau Gugur” Melawan Super Eagles

Bermain di Kejuaraan Piala Afrika 2017 dan setelah itu langsung bertanding lagi di Piala Konfederasi FIFA 2017 telah dilalui oleh Bassogog dan timnya. Kamerun sekarang menghadapi skenario “menang atau gugur” dalam pertandingan kualifikasi Piala Dunia FIFA 2018 Russia. Mereka ketinggalan empat poin dari Nigeria yang menjadi pemimpin di grup dengan dua hasil seri dari dua pertandingan pembuka. Hanya juara grup yang bisa maju ke Piala Dunia Rusia 2018. Tim nasional Kamerun yang berjulukan “Indomitable Lions” harus memenangkan dua pertandingan melawan Nigeria yang berjulukan “Super Eagles” di awal bulan depan jika mereka ingin menyalakan kembali harapan mereka.

Kamerun di Grup B

Aljazair 1-1 Kamerun (9 Oktober)

Kamerun 1-1 Zambia (12 November)

Nigeria vs Kamerun (1 September)

Kamerun vs Nigeria (4 September)

Kamerun vs Algeria (7 Oktober)

Zambia vs Kamerun (6 November)

Banyak harapan yang ditumpukan pada diri Bassogog dengan kondisi “menang atau gugur” yang sedang dihadapi. Kecepatan kilat yang dimiliki oleh dirinya tentu saja merupakan sesuatu yang bisa diandalkan tim nasional Kamerun untuk menghantam pertahanan kokoh Nigeria. Meskipun demikian Bassogog tidak membanggakan kemampuan individualnya dan lebih memilih untuk menekankan semangat tim yang terpadu.

“Nigeria adalah tim yang kuat,” katanya. “Mereka memiliki pemain yang sangat bagus dan banyak dari mereka bermain di Eropa. Tapi kita harus mengalahkan mereka jika kita ingin mempertahankan harapan melewati kualifikasi Piala Dunia 2018. Kami harus bermain dengan kemampuan terbaik melawan mereka. Kami perlu berjuang untuk mengalahkan mereka.”

“Pemain kami masih muda, tapi kami kuat sebagai satu tim,” katanya mengenai kemajuan Kamerun di bawah pelatih Belgia Hugo Broos. “Dia adalah pelatih yang baik. Dia tahu apa kelebihan yang dimiliki oleh masing-masing pemain sehingga bisa mendapatkan potensi yang terbaik dari kami. Setiap orang memiliki kesempatan dalam tim ini.”

Bassogog sadar dengan tanggung jawab yang dia emban. “Ini adalah pertandingan yang ingin saya menangkan,” katanya. “Kami tidak berada dalam posisi ideal tapi ini adalah pertandingan kualifikasi untuk Piala Dunia 2018. Saya akan melakukan yang terbaik untuk membantu tim kami.

“Saya suka menonton Eto’o saat masih muda. Saya melihat dengan saksama bagaimana dia maju dan bagaimana dia mencetak gol. Dia selalu bisa mencetak beberapa gol tak terduga dengan cara yang menakjubkan. Saya ingin menjadi pemain seperti dia setelah menonton pertandingannya. “

Comments

Leave a reply