Jan-Michael Williams : Tim Nasional Trinidad dan Tobago “Soca Warriors” Siap Kembali Beraksi di Kualifikasi Piala Dunia 2018

Tim nasional negara Trinidad dan Tobago mengalami lumayan banyak kesulitan selama babak Heksagonal kualifikasi CONCACAF untuk Piala Dunia FIFA 2018 di Rusia. Negara kepulauan di laut Karibia ini menghadapi tugas berat agar dapat tampil di Piala Dunia 2018 dengan hanya satu kemenangan dari enam pertandingan pembukaan mereka.

Satu-satunya kemenangan mereka di babak heksagonal terjadi pada tanggal 24 Maret saat mereka mengalahkan Panama 1-0 di Port of Spain, yang merupakan ibu kota negara Trinidad dan Tobago. Gawang yang dijaga oleh kiper tim nasional Trinidad dan Tobago, Jan-Michael Williams tidak berhasil dijebol oleh Panama. Kiper yang berusia 32 tahun itu tetap positif tentang peluang tim “Soca Warriors” untuk lolos ke Piala Dunia 2018 di Rusia, terlepas dari kesulitan yang sedang mereka hadapi.

“Banyak tantangan yang mesti kami hadapi,” kata Williams kepada pialadunia-2018.com. “Kami berjuang untuk mendapatkan kestabilan dalam permainan karena pelatih kami diganti. Jelas merupakan suatu kesulitan bila pelatih suatu tim diganti pada tahap penting seperti ini. Meskipun demikian, kami bertanding dengan baik di bawah bimbingan pelatih baru, Dennis Lawrence. Sekarang adalah saatnya bagi kami untuk fokus mendapatkan beberapa poin karena kami benar-benar membutuhkan beberapa poin tersebut agar bisa lolos dari kualifikasi Piala Dunia ini. “

Faktor Lawrence

Performa Trinidad dan Tobago dalam beberapa pertandingan sebelumnya tidak maksimal disebabkan oleh periode ketidakstabilan dalam posisi pelatih tim. Stephen Hart yang menjadi pelatih tim nasional Trinidad dan Tobago dipecat setelah kekalahan di babak Heksagonal melawan Costa Rica dan Honduras bulan November lalu. Tom Saintfiet yang berasal dari Belgia menggantikan posisi Hart, namun ia hanya bertahan selama sebulan lebih sebelum mengundurkan diri karena kegagalan tim memenuhi kualifikasi Piala Emas CONCACAF tahun ini.

Hal ini mendorong asosiasi sepakbola Trinidad dan Tobago beralih ke Lawrence untuk menstabilkan kondisi tim nasional. Pengalaman Lawrence yang pernah menjadi seorang anggota tim “Soca Warriors” yang lolos ke Piala Dunia 2006 di Jerman sangat berharga bagi Williams dan rekan satu timnya agar dapat lolos dari kualifikasi CONCACAF untuk Piala Dunia 2018.

“Saya rasa pengalaman Dennis bermain di babak heksagonal membantu tim nasional kami lolos ke Piala Dunia tahun 2006 ditambah pengalamannya menjadi pelatih di Inggris memungkinkan dirinya membantu mengatasi masalah yang sedang kami hadapi dalam waktu singkat.” kata Williams. “Dia juga memiliki orang-orang yang tepat di sekitarnya seperti Sol Campbell, Stern John, Stuart Charles-Fevrier. Mereka bekerja sama dalam menghadapi tantangan yang sedang terjadi. Mereka menyampaikan informasi yang sedang kami butuhkan agar dapat mengubah tim kami menjadi kuat secepat mungkin. “

September yang Krusial

Skenario yang mesti dilakukan tim nasional Trinidad dan Tobago jelas terlihat dalam jadwal pertandingan kualifikasi yang berikutnya. Mereka mesti memperoleh poin maksimal secara efektif dari pertandingan mereka dengan Honduras pada tanggal 1 September dan kunjungan mereka ke Panama empat hari kemudian agar berpeluang lolos kualifikasi Piala Dunia 2018. Williams yakin timnya memiliki kemampuan untuk mencapai hal yang lumayan sulit tersebut.

“Suasana di sekitar kamp dan tim dipenuhi rasa optimis yang besar,” katanya. “Saya pikir tim kami cenderung menghasilkan yang terbaik saat menghadapi keadaan yang sulit sesuai dengan budaya di masyarakat Trinidad dan Tobago. Pertandingan melawan Honduras dan Panama sangat penting artinya bagi kami. Saya yakin kami dapat bersaing dan memberikan upaya yang terbaik di kualifikasi CONCACAF menuju Piala Dunia 2018. Saya pikir sekarang saatnya bagi kami untuk memperoleh kemenangan dan memperoleh tiga poin di masing-masing kedua pertandingan berikutnya.”

Comments

Leave a reply