O’Neill : Mampu Membawa Irlandia Utara Memperoleh Tempat di Piala Dunia FIFA 2018 Akan Fenomenal

Tim nasional Irlandia Utara menikmati momen Piala Dunia FIFA yang paling membahagiakan bagi mereka tepat satu bulan sebelum Michael O’Neill merayakan ulang tahunnya yang ke-13. Tim nasional Irlandia Utara mengejutkan dunia ketika Gerry Armstrong mencetak gol yang mengalahkan negara tuan rumah di Valencia pada Piala Dunia FIFA 1982 Spanyol. Kemenangan tersebut membawa tim nasional Irlandia Utara yang saat itu dilatih oleh Billy Bingham melaju ke putaran kedua melewati segala rintangan.

Tiga puluh lima tahun sejak kemenangan ikonik Armstrong melawan tim nasional Spanyol ‘La Roja’, O’Neill berharap bisa mengukir namanya di sejarah Piala Dunia dengan memimpin tim nasional Irlandia Utara melewati kualifikasi Piala Dunia 2018 Rusia.

“Semua orang di Irlandia Utara ingat dengan pertandingan melawan Spanyol. Gol yang dicetak oleh Gerry dan Mal [Donaghy] dikeluarkan,” kata O’Neill kepada pialadunia-2018.com. “Saya ingat menonton pertandingan itu, benar-benar terpaku pada TV, dan suasana di Valencia saat itu benar-benar panas. Saya sangat gugup dan saya rasa tidak ada yang bisa menduga bahwa kami bisa mengalahkan Spanyol di Piala Dunia.

“Satu hal yang memberikan inspirasi adalah bagaimana tim nasional Irlandia Utara saat itu menolak menyerah pada nasib bahkan ketika mereka bermain hanya dengan sepuluh orang.”

Keteguhan, ketegasan, dan kepercayaan diri yang ditunjukkan oleh tim nasional Irlandia Utara pada Piala Dunia FIFA 1982 Spanyol tercermin dalam tim yang dibimbing oleh O’Neill saat ini. Irlandia Utara kembali mengejutkan banyak pihak dengan mencapai babak 16 besar pada turnamen besar pertama mereka dalam kurun waktu 30 tahun di UEFA EURO 2016. Tim Irlandia Utara kini solid berupaya melewati kualifikasi Piala Dunia FIFA 2018 Rusia.

Tim yang dilatih oleh O’Neill mengincar posisi kedua di belakang Jerman yang menempati posisi teratas Grup C dan berharap bisa mencapai Piala Dunia FIFA 2018 Rusia melalui pertandingan yang sangat kompetitif.

“Akan sangat fenomenal jika kami mampu mencapai Piala Dunia FIFA 2018 Rusia. Ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan dan kami harus mengalahkan tim yang sangat bagus agar berhasil mengamankan posisi kedua dengan melihat kondisi grup saat ini.” kata O’Neill. “Persiapan kami cukup baik dengan memiliki pengalaman turnamen di Euro tahun lalu.

“Saya pikir semangat untuk memiliki kenangan yang mengesankan tentang suatu turnamen bisa memotivasi kami mencapai Piala Dunia FIFA 2018 di Rusia.”

Beranjak ke Atas

Target Irlandia Utara untuk kembali ke Piala Dunia dilakukan seiring dengan momentum yang cukup besar. Hasil positif Irlandia Utara di bawah bimbingan O’Neill yang mengawali perannya sebagai manajer pada bulan Februari tahun 2012 telah menaikkan Irlandia Utara dari posisi terendah mereka yang ke-129 pada bulan September 2012 menjadi ke-22 pada bulan Juli 2017 di FIFA / Coca-Cola World Ranking. Ini adalah hasil terbaik mereka di sepanjang sejarah.

Belanda, Nigeria, dan Republik Ceko adalah beberapa negara yang berhasil dilampui peringkatnya oleh tim nasional Irlandia Utara yang dilatih oleh O’Neill. Naiknya peringkat Irlandia Utara bahkan lebih luar biasa mengingat populasi mereka yang hanya berjumlah 1,8 juta penduduk dan kurangnya pemain bintang yang terkenal di dunia.

“Kami memiliki lima pemain di Liga Premier yang mungkin merupakan angka terendah yang kami miliki di level atas sepakbola Inggris,” kata O’Neill. “Ketika saya melihat kembali ke masa saya sebagai seorang pemain, ada lebih banyak jumlah daripada itu.

“Komposisi pemain di tim kami berasal dari mereka yang bermain di Kejuaraan Inggris dan Liga Premier Skotlandia. Kami adalah negara kecil jika dibandingkan dengan beberapa negara lain yang melampui kami dalam jumlah pemain profesional yang dimiliki. “

Irlandia Utara mungkin adalah sebuah negara kecil tapi mereka adalah raksasa jika dibandingkan dengan San Marino yang merupakan lawan mereka berikutnya dalam kualifikasi Piala Dunia 2018 Rusia pada tanggal 1 September. Tiga hari kemudian mereka akan bertanding melawan Republik Ceko.

“Pertandingan melawan San Marino tidak dapat kami anggap remeh. Bermain melawan mereka di kandangnya dapat menyulitkan kami dan mereka tidak akan memberikan kemenangan dengan mudah bagi kami,” tegas O’Neill. “Bertandang ke San Marino dan melawan Republik Ceko di kandang kami adalah situasi serupa dengan yang kami hadapi di kualifikasi Euro saat kami bertandang ke Kepulauan Faroe dan kemudian menjadi tuan rumah melawan Hungaria. Kami telah melalui itu dan pengalaman yang didapatkan akan bermanfaat bagi kami.”

Comments

Leave a reply