Piala Dunia 2018: Khawatir Hacking, Asosiasi Sepakbola Tingkatkan Keamanan Dunia Maya

Para pemain sepakbola dan staf Inggris akan disarankan untuk tidak menggunakan Wi-Fi publik atau hotel selama Piala Dunia musim panas mendatang di Rusia karena kekhawatiran akan hacking.

Asosiasi Sepak Bola (Football Association) khawatir bahwa informasi sensitif seperti cedera, pemilihan skuad dan rincian taktis bisa bocor keluar.

Saran itu dipahami telah diberlakukan oleh FA, namun kekhawatiran akan pencurian data meningkat setelah hack Fancy Bears bulan lalu sehubungan dengan penggunaan obat-obatan terlarang di dunai sepak bola.

Kelompok hacking tersebut mengklaim bahwa informasi tersebut menunjukkan bahwa 160 pemain telah gagal dalam tes narkoba pada tahun 2015, dengan jumlah tersebut meningkat menjadi 200 pada tahun berikutnya.

FA telah menulis surat kepada FIFA atas keprihatinannya tentang keamanan teknologi informasi, dan dianggap sangat prihatin dengan bocornya korespondensi di dalam badan pemerintahannya sendiri.

Sebuah email dari kepala integritas FA Jenni Kennedy, yang mengungkapkan rincian mengenai empat kasus anti-doping pada bulan Mei 2017, dirilis pada bulan Agustus lalu.

Menanggapi surat FA tersebut, juru bicara FIFA mengatakan: “FIFA telah menginformasikan FA bahwa mereka tetap berkomitmen untuk mencegah serangan keamanan secara umum dan bahwa, sehubungan dengan serangan Fancy Bears pada khususnya, saat ini menyelidiki kejadian tersebut memastikan apakah infrastruktur FIFA terganggu

“Investigasi semacam itu masih berlangsung. Untuk keperluan keamanan komputer pada umumnya, FIFA sendiri mengandalkan saran ahli dari pihak ketiga.”

“Karena alasan inilah FIFA tidak dapat dan tidak memberikan saran keamanan komputer kepada pihak ketiga.”

Comments

Leave a reply