Usai Piala Konfederasi, Gianni Infantino Dukung Penggunaan VAR di Piala Dunia 2018 Rusia

Presiden FIFA tertarik menerapkan teknologi Video Assistant Referees (Asisten Wasit Video) namun mengakui masih terdapat kekurangan

Presiden FIFA, Gianni Infantino, memberi isyarat bahwa ia mendukung pengenalan teknologi Asisten Wasit Video (VAR) di Piala Dunia tahun depan setelah sukses menerapkannya di Piala Konfederasi, meskipun ia mengakui bahwa sistem tersebut perlu ditingkatkan.

“Tidak ada yang menghalangi penggunaan VAR (di Piala Dunia), sejauh yang saya tahu,” kata Infantino dalam sebuah konferensi pers di St Petersburg pada malam menjelang final Piala Konfederasi. “Sejauh ini sudah berhasil. Kami sedang belajar, kami memperbaiki, kami melanjutkan pengujian teknologi tersebut.”

Sistem ini melibatkan dua asisten wasit video yang akan menyorot aksi lapangan secara jarak jauh dan kemudian akan membantu perhatian wasit pertandingan hingga mencek kesalahan. FIFA mengatakan sistem tersebut telah memperbaiki enam keputusan yang mengubah permainan selama Piala Konfederasi berlangsung.

“Tanpa VAR, kami mungkin akan mengalami turnamen yang berbeda,” ungkap Infantino. “Dan bisa jadi turnamen yang terselenggara akan menjadi kurang adil.”

Meskipun Infantino mengatakan bahwa sistem tersebut telah diuji dalam 74 pertandingan sejauh ini, menambahkan bahwa masih terdapat beberapa aspek yang perlu disempurnakan. “Kami masih perlu memperbaiki hal tertentu, bagaiman komunikasi disampaikan dan kecepatan keputusan yang bakal diambil,” katanya.

Waktu yang diperlukan untuk membuat keputusan telah dikritik. Ada juga perdebatan tentang kondisi tepat yang bagaimana untuk menggunakan VAR sebagaimana beberapa keputusan cepat dapat diambil tanpa berkonsultasi dengan VAR.

Penggunaan sistem ini telah menimbulkan kontroversi beberapa kali, seperti saat kemenangan Jerman melawan Kamerun 3-1 ketika wasit Wilmar Roldan memerlukan dua bantuan ulasan dari suatu insiden pelanggaran untuk mengeluarkan pemain Kamerun dengan benar.

Gol yang tampak sah oleh kesebelasan Cile ditolak setelah dilakukan ulasan video di suatu laga yang memenangkan Chile 2-0 melawan Kamerun pada tanggal 18 Juni lalu. Kemudian VAR digunakan kembali saat akhir pertandingan yang sama untuk membatalkan putusan offside oleh hakim garis yang berujung menghadiahkan peluang gol untuk Cile.

Mantan wasit final Piala Dunia sebelumnya, Pierluigi Collina, yang sekarang menjabat sebagai ketua komite wasit FIFA, mengatakan pada hari Sabtu bahwa sistem tersebut merupakan ‘alat bantu yang sangat positif’ untuk membantu wasit melakukan keputusan yang benar dan mengurangi tekanan yang dialami mereka.

“Kami memang sedang dalam tahap pengujian teknologi tersebut,” kata Collina. “Kami melihat hasil yang sangat positif namun kami sadar bahwa kami masih dapat meningkatkan performanya. Ini normal.”

Badan pembuat undang-undang sepak bola, IFAB, diperkirakan akan memutuskan pada bulan Maret mendatang apakah akan mengizinkan teknologi VAR tersebut untuk menjadi bagian dari permainan secara permanen.

Comments

Leave a reply